Jangan Tunggu Haus, Ini Pentingnya Minum Air saat Olahraga

Olahraga pagi memang punya suasana sendiri. Udara belum terlalu panas, jalanan masih cukup lengang, dan rasanya enak untuk sekadar jalan kaki atau jogging sebentar. Setelah selesai, biasanya kita mencari tempat duduk, mengatur napas, lalu mengecek ponsel.

Kalau sudah begitu, air minum jangan sampai terlupakan.

Saat olahraga, tubuh mengeluarkan keringat. Jumlahnya bisa sedikit, bisa juga sampai membuat pakaian basah. Makanya setelah bergerak cukup lama, kita biasanya mulai merasa haus dan ingin segera minum.

Kenapa Setelah Olahraga Kita Merasa Haus?

Jawabannya sebenarnya cukup sederhana. Saat bergerak, suhu tubuh meningkat dan tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Dari situlah sebagian cairan tubuh ikut keluar.

Coba bandingkan jalan santai pada pukul enam pagi dengan jogging menjelang siang. Walaupun sama-sama dilakukan di luar rumah, rasanya pasti berbeda. Cuaca yang lebih panas bisa membuat kita lebih banyak berkeringat.

Jenis dan lamanya olahraga juga ikut berpengaruh. Jogging 20 menit tentu berbeda dengan bersepeda selama dua jam. Jadi, kebutuhan cairan setiap orang tidak bisa disamakan begitu saja. Selain saat berolahraga, memenuhi kebutuhan cairan setiap hari juga penting untuk dijadikan kebiasaan.

Sebelum Mulai, Minum Dulu

Kebiasaan yang sering terjadi adalah baru mencari air setelah olahraga selesai. Padahal, minum bisa dimulai sebelum berangkat.

Tidak perlu berlebihan. Yang penting, jangan memulai aktivitas dalam kondisi haus. Kalau olahraga yang dipilih cukup lama, membawa air sendiri juga akan sangat membantu.

Ini terutama terasa kalau kita olahraga di tempat yang jauh dari minimarket atau penjual minuman. Daripada di tengah jalan sibuk mencari air, lebih enak sudah membawa dari rumah.

Saat ada waktu istirahat, kita bisa langsung minum tanpa perlu pergi ke mana-mana.

Saat Asyik Olahraga, Jangan Terlalu Sering Menunda Minum

Kadang bukan karena lupa. Kita tahu sedang haus, tetapi memilih lanjut.

“Sebentar lagi selesai.”

“Kurang satu putaran.”

“Nanti pas istirahat saja.”

Sesekali mungkin terdengar biasa. Tapi kalau tubuh sudah meminta minum, tidak ada gunanya memaksakan diri hanya demi menyelesaikan satu putaran tambahan.

Apalagi saat olahraga dilakukan di luar ruangan dan cuaca sedang panas. Berhenti sebentar untuk minum tidak akan merusak olahraga yang sedang dijalani.

Air Putih untuk Menemani Olahraga Ringan

Kalau hanya jogging santai, jalan pagi, atau bersepeda keliling kompleks, air putih bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.

Tentu ceritanya bisa berbeda untuk olahraga berat yang dilakukan dalam waktu lama. Orang yang berlatih dengan intensitas tinggi dan banyak berkeringat dapat memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tidak semua orang harus mengikuti apa yang diminum orang lain setelah olahraga.

Untuk aktivitas ringan, yang lebih penting justru memastikan air tersedia saat kita membutuhkannya.

Bawa Air, Sama Seperti Bawa Ponsel

Sebelum olahraga, coba perhatikan barang yang biasa kita siapkan. Ponsel hampir pasti dibawa. Earphone juga sering tidak ketinggalan. Kalau jogging, mungkin ada jam tangan atau perlengkapan lain yang ikut disiapkan.

Air minum seharusnya semudah itu untuk diingat.

Kalau berencana olahraga pagi, siapkan sejak malam atau taruh dekat barang yang akan dibawa. Cara sederhana seperti ini biasanya lebih mudah dilakukan daripada membuat jadwal minum yang terlalu rumit.

SanQua dalam kemasan botol bisa dibawa untuk menemani jalan pagi, jogging, bersepeda, atau aktivitas ringan lainnya. Saat waktunya istirahat, tinggal buka dan minum.

Setelah itu, baru lanjut menikmati pagi.

Karena olahraga bukan cuma soal berapa kilometer yang berhasil ditempuh. Kebiasaan sederhana seperti tidak lupa minum juga layak diperhatikan.

Besok pagi kalau mau olahraga, SanQua-nya jangan ketinggalan.